Festival Sarongge 2017

Submitted by Wangsa Jelita on Tue, 2017-09-12 09:38

Tentang Sarongge...

Sarongge, merupakan bagian dari Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Desa Ciputri adalah salah satu desa yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Sebelum tahun 2003 banyak masyarakat Sarongge yang memanfaatkan lahan hutan Gede Pangrango yang kala itu masih berada dalam tanggung jawab Perum Perhutani untuk kegiatan pertanian.

Pada tahun 2003 terbit Surat Keputusan perluasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tentang perubahan status kawasan, dimana areal yang dulu dikelola oleh Perum Perhutani dan dimanfaatkan masyarakat Sarongge sebagai lahan pertanian berubah statusnya menjadi bagian dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Tentu saja hal ini mengharuskan masyarakat untuk turun dari lokasi tersebut.

Perubahan status kawasan ini meninggalkan 2 persoalan utama yaitu upaya untuk menghijaukan kembali kawasan yang telah ditetapkan sebagai bagian dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango serta persoalan sosial bagi sekitar 155 Kepala Keluarga yang sebelumnya menggarap areal tersebut.

 

Solusi lingkungan melalui adopsi pohon.

Green Radio bersama Green Initiative Foundation (GIF) mulai tahun 2009 mengambil peran menjawab permasalahan di Sarongge ketika itu melalui program Adopsi Pohon dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Program Adopsi Pohon mengajak masyarakat Indonesia yang peduli untuk mengambil peran sebagai adopter, dengan cara menitipkan sejumlah dana yang selanjutnya digunakan untuk penanaman pohon pada kawasan hutan yang rusak.

Sebagai inisiator kegiatan adopsi pohon Green Radio dan GIF bersama masyarakat Sarongge secara nyata telah berhasil menghijaukan kembali 38 Ha kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang kemudian disebut sebagai Hutan Sahabat Green. Saat ini sudah 22 ribu pohon yang berhasil diadopsi dengan melibatkan para pihak. Setidaknya sampai tahun 2013 saja GIF berhasil melibatkan 758 adopter dengan jumah pohon yang diadopsi sebanyak 19.891 batang.

 

Berhasil bersama masyarakat

Di balik keberhasilan program adopsi pohon tersebut, aspek pemberdayaan masyarakat merupakan bagian yang paling integral. Sampai tahun 2015, GIF telah memberikan dukungan untuk pemberdayaan masyarakat Sarongge menggunakan skema pembiayaan adopsi pohon. Proses ini sangat menarik karena dengan demikian masyarakat berada pada posisi “bukan sebagai penerima bantuan,” tetapi merupakan komunitas aktif yang mendapat manfaat dari upaya penghijauan kembali Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dengan tanggung jawab untuk terlibat dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan. Pembiayaan adopsi pohon dari para adopter inilah yang menjadi dukungan awal masyarakat untuk menemukan sumber-sumber pendapatan baru yang sampai saat ini masih terus dikelola.

Dalam pendekatan program Sarongge, sejak awal GIF menginisiasi berbagai kegiatan community empowerment, mulai dari peternakan, pengelolaan hasil pertanian, handycraft, sampai mendukung terwujudnya desa wisata dengan mendorong komunitas Sarongge mendapat izin kelola wisata hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Termasuk di dalamnya terdapat kerja sama dengan Wangsa Jelita dalam pemasaran hasil kerajinan para ibu dalam mengolah bahan alam yang tumbuh di sekitar mereka; seperti Sarongge Citronella Soap, Sarongge Cooffee Soap, dan Buzz the Bugs Off – Bugs Repellent.

 

Acara tahunan: Festival Sarongge

Salah satu upaya yang dilakukan GIF bersama masyarakat Sarongge adalah secara rutin menggelar kegiatan yang dinamakan Festival Sarongge. Festival Sarongge merupakan kegiatan pesta budaya rakyat sebagai komitmen untuk merawat lingkungan dan sebagai bentuk tasyakur akan limpahan anugerah-Nya. Di samping itu, Festival Sarongge juga diharapkan membuka pintu kunjungan wisata ke Kampung Sarongge terutama wisata pendidikan lingkungan yang memiliki semangat, “leuweung hejo, resep nu nenjo, petani bisa ngejo” (hutannya hijau, Indah dan nyaman dipandang, dan petani bisa menanak nasi/sejahtera).

Yuk ikutan!

 

Susunan Acara Festival Sarongge 2017

Sabtu, 23 September 2017 

  • 07:00 – 08:00 Berkumpul di Saung Sarongge, Desa Ciputri
  • 08:00 – 09:00 Pembukaan Festival Sarongge 2017
  • 09:00 – 10:00 Pawai Dongdang
  • 10:00 – 12:00 Ngaruwat Cai
  • 12:00 – 13:00 Arakan Ngaruwat Cai ke Sumber Mata Air
  • 13:00 – 16:00 Sharing dan Diskusi pengalaman Adopsi Pohon
  • 16:00 – 18:00 Menuju camping ground
  • 19:30 – 21:00 Pertunjukan seni di camping ground
  • 21:00 – .. Bebakaran

 

Minggu, 24 September 2017

  • 06:00 – 09:30 Tracking mengitari Hutan Sahabat Green
  • 09:30 – 12:00 Kembali ke Saung Sarongge

 

Sampai ketemu di Desa Sarongge ya!

Biaya akomodasi dan kontribusi peserta: IDR 500.000/orang (termasuk makan dan penginapan)

Untuk reservasi dan info lebih lanjut, hubungi:

  • Ferry 0813 6223 7527
  • Agustina 0877 2145 4716

 

FAQ

  1. Apa saja yang didapat dengan membayar IDR 500.000? Dengan membayar IDR 500.000, setiap peserta akan mendapatkan akomodasi dan konsumsi selama kegiatan di desa Sarongge pada tanggal 23 September pagi sampai 24 September siang. 
  2. Di mana peserta akan menginap di tanggal 23 September malam? Peserta akan diajak untuk menikmati pengalaman bermalam di camping ground di dekat Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Panitia menyediakan tenda yang bisa diisi oleh 2-4 orang. (FYI. Semua peserta yang pernah bermalam di camping ground selama ini selalu memberikan komentar positif tentang pengalaman ini! Ditambah lagi dengan masakan rumahan yang disajikan di sana!)
  3. Apakah biaya partisipasi IDR 500.000 termasuk transportasi untuk peserta bisa sampai ke desa Sarongge dari Jakarta/Bandung? Biaya partisipasi IDR 500.000 tidak mencakup biaya dari dan ke desa Sarongge. Jika ada kebutuhan peserta untuk hal tersebut, mohon sampaikan ke panitia agar bisa diakomodasikan (dengan catatan dengan biaya tambahan).
  4. Namanya kegiatan ini kan Reuni Adopter, apa hanya terbatas untuk mereka yang sudah mengikuti kegiatan Adopsi Pohon sebelumnya? Tidak kok. Memang ada slot khusus untuk yang sudah pernah berpartisipasi di kegiatan Adopsi Pohon, tapi Festival Sarongge ini terbuka untuk umum, tanpa ada batasan.
  5. Apakah ada batas waktu pendaftaran? Tidak ada batas waktu pendaftaran. Hanya saja, pendaftaran akan ditutup ketika kuota peserta sudah terpenuhi (tempat terbatas hanya untuk 60 peserta).
  6. Apakah ada batasan umur untuk mengikuti kegiatan ini? Tidak ada kok. Kegiatan ini pernah diikuti oleh anak dengan usia 10 tahun sampai dewasa 60 tahun. Catatan: Rute menuju camping ground memang cukup panjang (berjalan kaki 30-45 menit), kondisi fisik yang fit akan sangat menguntungkan untuk peserta.