loader

Breast Cancer: Stay Alert!

[[{"type":"media","view_mode":"media_original","fid":"182","attributes":{"alt":"","class":"media-image","height":"326","style":"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;","width":"670"}}]] 

 

Sebagai breast cancer awareness month, Oktober tak lengkap rasanya tanpa membahas isu mengenai kanker payudara. Sangat penting bagi kaum wanita untuk memahami tentang kanker payudara karena menurut website WHO (World Health Organization), kanker payudara adalah jenis kanker yang paling banyak diderita para wanita baik negara maju maupun berkembang. Tahu adalah langkah awal dalam mengatasi, makanya mari simak apa saja yang perlu kamu ketahui tentang kanker payudara.

Apa itu kanker payudara?

Seperti namanya, kanker payudara adalah tumor ganas pada jaringan payudara (terdiri dari kelenjar susu, saluran air susu, dan jaringan penunjang payudara). Kanker payudara terjadi karena adanya kerusakan pada gen yang mengatur pertumbuhan sehingga sel itu tumbuh dan berkembang biak tanpa dapat dikendalikan.

Bagaimana persebaran kanker payudara?

Menurut WHO, setidaknya 519.000 wanita meninggal dunia pada tahun 2004 karena kanker payudara. Bertolak belakang dari anggapan bahwa kanker payudara merupakan penyakit yang lebih banyak terjadi di negara maju, statistik menunjukkan bahwa mayoritas (69%) kematian karena kanker payudara terjadi di negara berkembang (WHO Global Burden Disease, 2004).

Tingkat survival rate antar negara pun berbeda-beda. Di negara maju seperti Amerika, Swedia dan Jepang survival rate mencapai tinggi yaitu 80%. Sedangkan di negara dengan perekonomian menengah, survival rate-nya lebih rendah yaitu 60%. Angka ini lebih rendah lagi di negara perekonomian bawah yaitu lebih rendah dari 40%. Rendahnya survival rate di negara berkembang umumnya dikarenakan karena kurangnya program deteksi dini sehingga para pasien kanker payudara yang ditangani di rumah sakit umumnya sudah terlanjur masuk ke stadium akhir yang cenderung lebih sulit diobati. Faktor lain adalah kurangnya diagnosa yang layak serta fasilitas yang memadai.

Faktor apa saja yang bisa meningkatkan resiko kanker payudara?

Ada berbagai macam faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena kanker payudara. Salah satu faktornya adalah genetis. Jadi bila ada seseorang di keluargamu yang menderita kanker payudara, kamu harus lebih waspada. Faktor resiko penting lain adalah usia dini saat pertama kali menstruasi, menopause yang terlambat, serta kelahiran anak pertama di usia yang lanjut. Di sisi lain, menyusui memiliki efek mencegah atau melindungi seseorang dari resiko kanker payudara.

What to do?

Untuk mengurangi resiko terkena kanker payudara, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan. Pertama makan makanan yang sehat, rajin beraktivitas fisik, kontrol konsumsi alkohol, serta menghindari kelebihan berat badan. Selain itu, para wanita juga sebaiknya rajin melakukan breast self-examination agar kanker payudara dapat dideteksi sedini mungkin.

Breast self-examination adalah sebuah topik lain yang menarik untuk dibahas. We will write an article about that, don’t worry. But for now, have a healthy diet, exercise more, and stay away from alcohol!