loader

Cervical Cancer: The Silent Killer

[[{"type":"media","view_mode":"media_original","fid":"175","attributes":{"alt":"","class":"media-image","height":"326","style":"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;","width":"670"}}]]

 

 

Siapa sih yang disebut si silent killer ini? Yap, kanker serviks it is!

Mungkin kanker terasa kayak sesuatu yang jauh dari kehidupan kita. Tapi eits jangan salah sangka, kanker yang satu ini diam-diam ternyata adalah kanker yang paling banyak membunuh perempuan di Indonesia, bahkan melebihi kanker payudara!

Indonesia sendiri menempati urutan pertama di dunia sebagai negara dengan penderita kanker serviks terbanyak. Hal ini bisa disebabkan oleh kesadaran kita tentang kanker serviks yang cenderung masih kurang. Nah, makanya kenali lebih jauh kanker yang satu ini, supaya kita bisa melindungi diri kita, ibu, kakak, adik, dan sahabat perempuan kita :)

 

Apa itu Kanker Serviks?

Kanker serviks adalah keganasan pada serviks atau leher rahim, suatu bagian dari organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim, terletak pada rahim bagian bawah dan bertemu dengan bagian atas dari liang vagina. Inilah mengapa kanker ini memang hanya mungkin diderita oleh kaum wanita.

 

Apa penyebab Kanker Serviks?

Secara medis, penyebab utama kanker serviks adalah infeksi oleh Human Papiloma Virus atau HPV. Nah, sebagai seorang wanita yang cerdas, kita perlu paham juga faktor apa saja sih yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker ini:

  • usia di atas 35 tahun
  • usia kurang dari 20 tahun saat berhubungan seksual
  • berganti-ganti pasangan
  • kebiasaan mencuci vagina dengan antiseptik
  • merokok
  • melahirkan lebih banyak anak
  • riwayat kutil pada kelamin
  • penggunaan KB pil jangka panjang

 

Bagaimana gejala Kanker Serviks?

Kanker serviks bisa menimbulkan gejala seperti keputihan yang berbau atau keluarnya darah dari kemaluan seusai berhubungan seksual. Sayangnya, berdasarkan penelitian, hanya sebagian kecil penderita kanker serviks yg menunjukkan gejala. Sisanya tidak mengeluhkan adanya gejala dan menyadari penyakitnya ketika sudah terlambat.

Pada tahap lanjut dari kanker serviks, kanker dapat sudah berukuran besar atau bahkan sudah menyebar ke organ lain pada tubuh, seperti ke paru-paru, hati, kandung kemih, atau vagina, dan kemudian dapat berlanjut pada kematian. Kematian pada kanker serviks dapat terjadi akibat massa kanker pada serviks sendiri, umumnya akibat perdarahan dari kemaluan yang sulit dikendalikan atau akibat penumpukan urea (unsur air kencing) dalam darah karena terganggunya proses berkemih akibat desakan kanker yang berukuran besar.

Kematian dapat pula disebabkan oleh penyebaran dari kanker ke bagian tubuh lain, misalnya gangguan pernapasan akibat kanker yang sudah menyebar ke paru-paru, atau keracunan akibat hati yang sudah terganggu fungsinya untuk mengeluarkan racun tubuh bila kanker sudah menyebar ke hati. Pada sejumlah penderita, kematian juga dapat terjadi perlahan-lahan, seiring semakin melemahnya tubuh penderita akibat pertumbuhan kanker.

Mengerikan yah? Tapi jangan terlalu khawatir, karena penyebabnya cukup jelas diketahui, kanker serviks bisa kita cegah kok ;)

 

Bagaimana cara mencegah Kanker Serviks?

Yup, cara mencegahnya:

  1. Hindari faktor risiko (yg sdh disebutkan di atas tadi ;) )
  2. Kunjungi dokter untuk pemeriksaan pap smear 1-2 kali setahun bila sudah menikah
  3. Lakukan vaksinasi HPV. Berdasarkan penelitian, vaksinasi HPV pada perempuan, terutama yg diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual, menurunkan kemungkinan terjadinya kanker serviks hingga 75%

Jadi, sekarang sudah lebih tahu kan tentang kanker serviks?

Semoga artikel ini bisa membantu kita melindungi diri dan perempuan di sekitar kita dari kanker serviks :)

 

Arty Laksmita

**

 

dr. Yulinda Arty Laksmita, atau akrab dipanggil Mita, adalah seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Satu tahun belakangan Mita berpraktik sebagai General Practitioner, dan saat ini sedang dalam persiapan untuk melanjutkan pendidikan di universitas yang sama. Kontribusinya di bidang kesehatan, salah satunya dituangkan melalui artikel yang ditulisnya. "Sehat itu Cantik" adalah sesuatu yang ia yakini.

 

More related articles:

Breast Cancer: Stay Alert!

Cosmetic Allergy