loader

Meet Glycerine: Your Skin's Best Friend

[[{"type":"media","view_mode":"media_original","fid":"126","attributes":{"alt":"","class":"media-image","height":"282","style":"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;","width":"580"}}]]

If at this very moment you are silently wondering “glycerine, WHO??”, you need to grab a glass of your favourite drink, sit back, and listen, err... or read, this carefully.

To put it simply, if you’d like to have your skin smooth, moist, and fresh, glycerine is the one you want to have in your soap. Now, let’s slow down a little and see why you need to pay extra attention on this little substance.

Gliserin, or glycerine, adalah substansi alkohol triatomik yang tidak berbau dan tidak berwarna. Dengan titik didih yang tinggi, gliserin larut dalam alkohol maupun air, namun gliserin tidak larut dalam minyak.

Oleh karena banyak substansi lebih mudah larut dalam gliserin dibandingkan dalam air atau alkohol, maka gliserin merupakan zat yang ampuh untuk membersihkan. Gliserin juga punya sifat higroskopik, artinya ia dapat menyerap air dari udara. Oleh karena itu bila dilarutkan dalam air, gliserin memiliki efek untuk melembutkan kulit.

Kulit yang bersih dan lembut, siapa yang tidak mau! Now, it starts to make sense why we really need this substance in our soap, doesn’t it?

Oh, and there’s more! Penggunaan produk mengandung gliserin juga dianjurkan dalam merangsang proses pengelupasan sebelum kamu melakukan shaving. Kenapa? Untuk melembabkan kulit kamu sebelum tersentuh pisau dan mengurangi resiko pisau cukur kamu tersangkut sel kulit mati yang kering dan kasar. Aw, membayangkannya saja sudah terasa sakit!

Pembuatan sabun pada dasarnya akan menghasilkan gliserin. Namun, kadang atau bahkan sering kali, gliserin yang tercipta justru dipisahkan dari sabun. Kenapa? Salah satu alasannya karena cost-efficiency. Gliserin hasil pembuatan sabun tersebut justru digunakan sebagai bahan pembuat lotion atau pelembab tubuh lainnya. Sebagai pengganti gliserin, sejumlah substansi kimia ditambahkan dalam sabun. Sayangnya, absennya gliserin dan penambahan zat kimia ini seringkali justru membuat kulit menjadi kasar dan kering.

Jangan dilupakan bahwa kulit adalah organ terbesar yang kita miliki. And when you think about it, we only have this one coat to protect us. One fun fact about skin: kulit kita menyerap 60% substansi yang ada di permukaan kulit! Jadi apapun itu yang kamu gunakan di permukaan kulit akan masuk ke dalam. Pertanyaannya: substansi apa saja yang kita izinkan masuk ke dalam tubuh kita?

Yuk, mulai kurangi penggunaan sabun miskin gliserin dengan zat kimia tambahan yang justru membuat kulit kamu kering dan beralih ke sabun dengan kadar gliserin tinggi agar kulit tetap sehat dan terlihat segar.