loader

Defining Expensive (part 2): Mengenal hot dan cold process

[[{"type":"media","view_mode":"media_large","fid":"165","attributes":{"alt":"","class":"media-image","height":"234","style":"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;","width":"480"}}]]

 

Menyambung artikel seri Defining Expensive sebelumnya mengenai bahan-bahan berbahaya dalam sabun, kali ini kami ingin mengajak kamu untuk sedikit memahami mengenai proses pembuatan sabun. Sebagai seorang smart consumer penting lho bagi kita untuk mengerti asal muasal dari produk-produk yang kita pakai. :)

Nah, pernahkah terpikir olehmu bagaimana sabun yang kamu gunakan untuk mandi dan membersihkan tubuhmu itu dibuat?

Secara umum, pembuatan sabun dibagi dua, yaitu hot dan cold process, yang mana masing-masing teknik memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri. Meskipun diproses dengan cara yang berbeda, dari segi fisik sabun, memang sulit untuk dibedakan antara sabun hasil pembuatan dengan hot process dengan sabun yang dibuat secara cold process. Maka, ada 3 pertanyaan penting yang perlu kita tahu jawabannya.

 

BAGAIMANA TERBENTUKNYA SABUN?

Pada dasarnya, sabun terbentuk dari hasil dari campuran lemak (fats) dan alkali (lye). Pada hot process, mulanya alkali ditambahkan ke air. Kemudian, ditambahkan lemak yang telah dipanaskan ke dalam larutan ini. Setelah itu, campuran ini diaduk beberapa saat secara perlahan-lahan sambil ditambahkan bahan-bahan ekstra seperti pewarna, pewangi atau bahan lain yang diinginkan.

Proses yang sama juga dialami cold process, bedanya pada cold process tidak semua bahan dipanaskan, melainkan hanya lemak saja yang dipanaskan. Sedangkan, alkali, air dan campuran lemak tidak lagi dipanaskan.

 

APA KEKURANGAN & KELEBIHAN MASING-MASING TEKNIK?

Sabun yang umum kita jumpai di supermarket biasanya diproduksi melalui hot process. Dalam perspektif bisnis, hot process memang lebih menguntungkan karena waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi sabun jauh lebih singkat. Sehingga dalam skala produksi yang besar dan waktu yang singkat sangat memungkinkan untuk meraih profit yang maksimal. Akibat proses pemanasan yang cukup panjang alkali yang merupakan produk sisa dari sabun akan langsung terbuang. Namun, sayangnya, kandungan gliserin yang sebenarnya sangat baik bagi kulit kita pun ikut terbuang Sebagai gantinya, biasanya ditambahkan moisturiser atau pelembab sintetik, meskipun dengan efek dan manfaatnya jauh dari efek dan manfaat yang dapat diperoleh dari gliserin.

Sedangkan pada cold process, setelah proses pembuatan sabun, sabun didiamkan sekitar 4-6 minggu agar alkali dapat ternetralisir. Meskipun waktu prosesnya lebih lama dari teknik hot process namun kandungan gliserin yang sangat baik bagi kulit dapat dipertahankan.

Apa sih pentingnya gliserin?

Banyak fungsi yang telah diketahui dari gliserin antara lain, melembabkan dan melembutkan kulit, menjaga elastisitas kulit, membantu meregenerasi kulit pada bagian yang luka, dan melindungi kulit dari iritasi.

Waktu produksi teknik cold process yang relatif lebih lama ini tentu berimbas pada biaya pembuatan yang relatif lebih tinggi dibandingkan sabun hot process sehingga umumnya harga pasaran sabun cold process umumnya lebih tinggi di pasaran.

 

PILIH YANG MANA?

Nah, ini adalah pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh kamu sendiri.

Sabun mana yang menurut kamu pantas diberikan untuk kulitmu?

Apakah menurut kamu kulitmu perlu dilindungi oleh bahan pelembab terbaik, yaitu gliserin, yang dapat menjaga kesehatan dan kecantikan kulitmu sepanjang hari?

Atau apakah kamu sudah cukup puas dengan sabun dari hot process dengan pelembab sintetik yang manfaatnya jauh di bawah gliserin namun bisa kamu peroleh dengan harga relatif lebih rendah?

 

PILIHAN KAMI

Di Wangsa Jelita, kami memilih memproduksi sabun melalui teknik cold process karena kami yakin cara ini dapat menghasilkan sabun yang memberikan perawatan terbaik untuk kulit kita. Kami juga percaya, konsumen saat ini telah jauh lebih cerdas dan paham akan produk-produk yang terbaik bagi dirinya dan keluarganya.

“Mahal” tak lagi hanya sebatas nominal yang tertera dalam suatu produk namun merupakan pertimbangan antara cost dan benefit.

Apakah harga tersebut pantas untuk manfaat yang diberikan?

Apabila saya membeli sabun hot process yang secara nominal relatif lebih rendah, saya siap membayar resikonya dengan kesehatan kulit saya?

 

Selamat memilih! :)