loader

Cosmetic Allergy

[[{"type":"media","view_mode":"media_original","fid":"177","attributes":{"alt":"","class":"media-image","height":"326","style":"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;","width":"670"}}]]

 

Sebelum membeli produk kosmetik, baik itu yang digunakan untuk perawatan seperti sabun dan pelembab maupun yang digunakan untuk make up seperti bedak dan lipstik, pertanyaan pertama yang muncul di benak kita adalah apakah kita cocok dengan produk tersebut? 

Terkadang kita juga bertanya pada teman yang menggunakan produk yang sama. Sekedar menambah keyakinan kita untuk membeli produk tersebut. Tetapi seringkali produk yang cocok digunakan oleh teman kita ternyata tidak cocok digunakan oleh kita. Cocok atau tidak cocoknya suatu produk, terutama kosmetik ini berkaitan dengan reaksi alergi.

 

Apa itu alergi?

Alergi adalah reaksi tubuh kita terhadap benda asing yang berasal dari luar tubuh. Reaksi alergi sebetulnya bisa timbul di hampir semua bagian tubuh kita, namun reaksi alergi yang visual dan sering terjadi adalah reaksi alergi di kulit. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari polusi, radiasi, gigitan serangga dan produk kosmetik yang kita paparkan ke kulit kita.

Ciri-ciri kulit mengalami reaksi alergi adalah timbulnya kemerahan dan gatal di sekitar kulit. Gejala ini bisa timbul segera setelah kita menggunakan produk kosmetik, tapi bisa juga timbul dalam jangka waktu yang lama setelah pemakaian berulang. Bahkan ada beberapa kasus dimana reaksi alergi baru terlihat setelah penggunaan produk selama bertahun-tahun.

Tidak dapat dipungkiri bahwa produk kosmetik dibutuhkan untuk membantu menjaga dan merawat kulit kita agar tetap sehat. Beberapa produk kosmetik bahkan mengandung antioksidan yang dapat membantu kulit untuk menangkal radikal bebas. Akan tetapi, beberapa bahan yang terkandung dalam kosmetik ternyata dapat menyebabkan reaksi alergi. Reaksi alergi ini bisa timbul pada semua orang tapi bisa juga hanya timbul pada sebagian orang bergantung pada kekebalan dan sensitivitas tubuh orang tersebut. Oleh karena itu, cocok atau tidaknya suatu produk kosmetik bisa berbeda-beda pada tiap orang.

 

Apakah reaksi alergi ini bisa dihindari?

Tentu saja bisa. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui sebelum membeli produk kosmetik:

  1. Baca komposisi bahan produk kosmetik yang tercantum di label. Beberapa bahan sudah jelas dinyatakan sebagai bahan yang dapat menyebabkan alergi seperti paraben, formladehid, dan etilendiamin yang seringditambahkan sebagai pengawet produk kosmetik. Pada dasarnya bahan-bahan ini aman digunakan dalam kadar yang sangat kecil. Akan tetapi jika produk kosmetik tersebut digunakan secara berulang,pengawet ini akan terakumulasi di kulit dan menimbulkan reaksi alergi. Reaksi alergi yang ditimbulkan oleh bahan pengawet ini biasanya timbul setelah penggunaan dalam jangka waktu yang cukup lama dan tidak terdeteksi di awal pemakaian. Oleh karena itu, sebaiknya kita mulai menghindari menggunakan kosmetik dengan bahan-bahan pengawet tersebut.
  2. Uji alergi mini. Sebelum membeli produk, lakukan “uji alergi mini” terlebih dahulu. Caranya adalah dengan mengaplikasikan produk kosmetik tersebut di pergelangan tangan atau di bagian belakang telinga dan tunggu kurang lebih24 jam untuk melihat apakah timbul reaksi alergi seperti gatal dan atau kemerahan. Beberapa produsen kosmetik menyediakan sampel gratis atau produk dalam jumlah yang lebih sedikit. Kita dapat memanfaatkanini sebelum kita membeli produk tersebut dalam jumlah yang besar.
  3. Keep it simple. Pilih produk yang mengandung formula/komposisi bahan yang paling sederhana, artinya tidak terlalu banyak bahan yang ditambahkan ke dalam produk tersebut. Semakin sedikit bahan yangditambahkan, semakin kecil resiko produk tersebut menimbulkan reaksi alergi. Be a smart consumer.

Pilih produk kosmetik-mu dengan cerdas, karena tidak ada yang paling mengerti kondisi tubuhmu selain kamu sendiri.

 

Cheers,

Amirah Adlia Alkaff

..

Amirah Adlia Alkaff, atau akrab dipanggil Amirah, merupakan salah satu co-founder Wangsa Jelita. Selain bertanggung jawab atas formulasi dan pengembangan produk di Wangsa Jelita, Amirah juga aktif sebagai peneliti dan asisten akademik di Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung. Saat ini Amirah menempuh studi doktoral untuk meraih gelar PhD di Department of Pharmacy, University of Groningen dengan bidang riset Drug Targeting and Toxicology. Salah satu penelitian yang pernah dilakukan oleh Amirah berkaitan dengan pengembangan formula untuk stabilitas probiotik dan rekayasa jaringan kulit.