loader

Antisipasi Kanker Payudara dengan "SADARI"

Melanjutkan ulasan “Breast Cancer: Stay Alert!” beberapa waktu yang lalu, kami akan melanjutkan pembahasan mengenai salah satu cara untuk mengantisipasi kanker payudara. Cara ini umum dikenal dengan istilah SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan sangat penting untuk kita ketahui, karena, seperti yang telah disebutkan di artikel 10 Fakta tentang Kanker, kanker payudara dapat disembuhkan jika dideteksi dengan cepat dan diobati secara komprehensif. 

Yuk, kita simak!

[[{"type":"media","view_mode":"media_large","fid":"277","attributes":{"alt":"","class":"media-image","height":"234","style":"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;","width":"480"}}]]

WHY

Mengapa SADARI perlu dilakukan? Pemeriksaan payudara membantu seseorang untuk mendeteksi perubahan pada payudara, yang dapat merupakan tanda terdapatnya kanker payudara atau masalah lain yang membutuhkan perhatian secara medis, seperti mastitis (peradangan jaringan payudara) atau fibroadenoma (tumor jinak payudara). Berdasarkan data dari John Hopkins Medical Center di Amerika, 40% dari kanker payudara yang ditemukan, dideteksi oleh wanita yang merasakan adanya benjolan pada payudaranya sendiri, sehingga melakukan pemeriksaan secara teratur sangatlah penting. Dengan membiasakan diri melakukan pemeriksaan pada payudara secara teratur, seseorang menjadi familiar terhadap bentuk dan perabaan pada payudaranya sendiri, sehingga adanya perubahan sedikit saja pada payudara dapat lebih cepat disadari.

WHEN

Kapan waktu terbaik untuk melakukan SADARI? Pemeriksaan paling baik dilakukan satu minggu setelah dimulainya periode menstruasi. Pada saat itu, payudara cenderung lunak dan benjolan kelenjar payudara minimal, sehingga memudahkan dilakukannya pemeriksaan. Pada wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur atau sudah tidak mengalami menstruasi, pemeriksaan dapat dilakukan setiap bulannya pada tanggal yang sama, yaitu pada tanggal yang mudah untuk diingat.

HOW

Bagaimana cara melakukan SADARI? Pemeriksaan pertama dapat dimulai ketika sedang mandi. Kulit yang bersabun dan licin memudahkan perabaan pada payudara. Angkat salah satu lengan, bengkokkan siku, dan posisikan lengan tersebut di belakang kepala. Lengan kanan diangkat saat memeriksa payudara kanan dan Lengan kiri diangkat saat memeriksa payudara kiri. Dengan tangan yang lain, lakukan perabaan pada payudara yang diperiksa. Perabaan dilakukan menggunakan bagian datar pada ruas terluar jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis (bukan dengan ujung-ujung jari). Area yang diraba dimulai dari bagian bawah tulang selangka hingga bagian terbawah payudara (bra line), serta dari batas ketiak hingga ke pertengahan dada. Perabaan dilakukan dengan 3 derajat kekuatan, yaitu dengan tekanan ringan, sedang, dan tekanan yg lebih kuat. Perabaan dilakukan dengan pola linear dari atas–ke bawah–ke atas kembali, dimulai dari batas ketiak ke arah pertengahan dada. Lakukan perabaan dengan 3 derajat kekuatan yang telah disebutkan pada satu area sebelum berpindah ke area berikutnya. Rasakan ada tidaknya benjolan atau adanya area yang lebih keras dibanding area lainnya. Lakukan pemeriksaan ini pada kedua payudara.

Pemeriksaan berikutnya dilakukan saat berdiri di depan cermin. Kedua tangan diletakkan di pinggul dan dorong sedikit kedua bahu ke arah depan, sehingga otot-otot dada dalam keadaan relaks. Perhatikan ada tidaknya kelainan pada ukuran, bentuk, serta warna payudara. Lihat ada tidaknya kulit payudara yang berkeriput atau tertarik ke arah dalam. Perhatikan pula ada tidaknya perubahan posisi puting atau puting yang tertarik ke arah dalam. Kemudian, masih di depan cermin, angkat kedua tangan ke atas. Perhatikan kedua payudara, seperti pada saat tangan berada di pinggul sebelumnya.

Yang terakhir, lakukan pemeriksaan payudara dengan posisi berbaring. Letakkan bantal di bawah bahu kanan dan posisikan lengan kanan di belakang kepala untuk memeriksa payudara kanan, dan sebaliknya. Dengan tangan yang lain, lakukan perabaan payudara dari atas ke bawah, dari ketiak ke tengah dada, dengan cara yang sama seperti pada perabaan saat mandi. Setelah meraba seluruh area payudara, tekan puting dengan lembut dan perhatikan ada tidaknya cairan atau gumpalan yang keluar dari puting. Lakukan hal yang sama pada payudara sebelahnya.

And then it’s done! Mungkin pada awalnya terasa agak sulit untuk mengingat dan melakukan langkah-langkah SADARI, namun dengan melakukannya secara teratur pastinya akan terasa semakin mudah. Ingat, semakin cepat suatu kanker terdeteksi, semakin besar kemungkinannya untuk dapat diatasi!

 

Yulinda Arty Laksmita

..

dr. Yulinda Arty Laksmita, atau akrab dipanggil Mita, adalah seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sejak 2011, Mita berpraktik sebagai General Practitioner dan saat ini sedang mengaplikasikan keilmuannya di departemen mata RSCM Kirana. Kontribusinya di bidang kesehatan, salah satunya dituangkan melalui artikel-artikel yang ditulisnya. "Sehat itu Cantik" adalah sesuatu yang ia yakini.