loader

Cegah Kanker dengan Tomat

Siapa yang tidak kenal tomat? Buah satu ini mudah ditemukan dalam menu sehari-hari kita. Salad, sup, sambal, pasta tomat dan jus tomat contohnya.

[[{"type":"media","view_mode":"media_large","fid":"278","attributes":{"alt":"","class":"media-image","height":"316","style":"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;","width":"380"}}]]

 

Ternyata, dengan warna merahnya yang segar, tomat kaya akan kandungan gizi. Tomat merupakan sumber vitamin E, tiamin, niasin, vitamin B6, folat, magnesium dan fosfor yang baik. Selain itu, tomat juga kaya akan kandungan vitamin A, C, dan K.

Yang membuatnya lebih istimewa, warna merah segar pada tomat dihasilkan oleh karotenoid lycopene. Karotenoid berperan dalam memberi warna kuning, oranye, dan dan merah pada berbagai jenis buah dan sayuran. Lycopene sendiri banyak terkandung dalam buah atau sayur berwarna merah seperti wortel, semangka, dan pepaya. Semakin merah warna sayur atau buah tersebut menandakan semakin banyak kandungan lycopene di dalamnya. Tidak heran bila tomat merah segar kaya akan lycopene.

Lalu, apa sih manfaat lycopene dalam tomat?

Dalam sebuah studi literatur epidemiologi yang dilakukan oleh Harvard Medical School tahun 1999 dari 72 studi, 57 diantaranya dilaporkan bahwa konsentrasi lycopene dalam darah berbanding terbalik dengan risiko terjadinya kanker dengan 35 diantaranya signifikan secara statistik. Penurunan risiko kanker ini terjadi pada kanker prostat, payudara, paru-paru, lambung, pankreas, kolon, esophagus, dan serviks. Meskipun hingga saat ini mekanisme lycopene dalam mencegah kanker masih dalam proses penelitian dan perdebatan. Namun, efek ini diduga karena lycopene sebagai antioksidan kuat mampu memblokir radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel yang dapat memicu munculnya sel kanker.

Uniknya, kandungan lycopene dalam tomat tidak akan rusak ketika dilakukan pengolahan pada tomat. Contohnya pada saus tomat dan sup tomat. Ketika tomat diolah, ketersediaan lycopene dalam tubuh justru akan bertambah. Kenapa bisa? Hal ini dikarenakan terjadinya perubahan struktur pada lycopene membuatnya menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh. Mengkonsumsi olahan tomat secara teratur sudah cukup untuk meningkatkan kadar lycopene dalam darah sehingga tidak lagi memerlukan suplemen lycopene. Cukup memasukkan tomat dalam menu sehari-hari, berbagai manfaat tomat dapat dinikmati.

Akan tetapi, meskipun olahan tomat lebih banyak menghasilkan lycopene untuk tubuh, kita perlu memilih olahan tomat yang sehat. Produk olahan seperti tomat kalengan atau saus tomat instan bisa jadi mengandung banyak lycopene, namun kandungan zat aditif di dalamnya perlu diperhatikan. Tidak mau kan mengkonsumsi zat berbahaya yang malah memicu kanker? Akan lebih baik bila kita bisa membuat sendiri olahan tomat yang sehat dan lezat tentunya.

Nah, berikut resep saus tomat sehat yang bisa kamu buat sendiri di rumah. Yuk kita coba!

Bahan:

  • 1 sendok makan minyak sayur
  • 300 gram daging sapi
  • 1 siung bawang merah cincang
  • 2 siung bawang putih cincang
  • 500 gram tomat merah dihaluskan
  • 1 sendok teh daun oregano
  • Tambahkan sayuran lain sesuai selera seperti brokoli, wortel, atau paprika untuk tambahan rasa dan serat
  • Garam, gula, lada secukupnya

Cara membuat:

  • Panaskan minyak
  • tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum
  • tambahkan sayur dan tomat
  • tambahkan daging, masak hingga matang
  • tambahkan daun oregano
  • masak selama satu jam sambil diaduk sesekali
  • sajikan bersama pasta atau masakan lain sesuai selera

Selamat mencoba!

 

(Resep dikutip dari cancer.org dengan sedikit penyesuaian)

 

Lina

..

Noerlina Purwanti (Lina) adalah seorang mahasiswi jurusan Farmasi Klinik dan Komunitas Institut Teknologi Bandung angkatan 2010. Cinta Indonesia dan keindahan alamnya sehingga tertarik pada keilmuan bahan alam. Saat ini sedang aktif sebagai senior editor majalah Rhamnosa Himpunan Mahasiswa Farmasi ITB dan akan terus menulis untuk menyebarkan manfaat bahan alam untuk kesehatan.