loader

NEW Woman Power

[[{"type":"media","view_mode":"media_large","fid":"383","attributes":{"alt":"","class":"media-image","height":"178","style":"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;","width":"480"}}]]

 

"Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan meningkat signifikan dari 3000+ kasus di tahun 2001, hingga 200.000+ kasus di tahun 2012. Yang menyedihkan, angka tersebut hanya menggambarkan kasus-kasus yang dilaporkan. Masih banyak kasus kekerasan yang terjadi tanpa diketahui orang sekitarnya, apalagi sampai dilaporkan."

..

Informasi yang saya dapat kurang lebih satu tahun yang lalu tersebut telah sangat menyentuh dan menggerakkan saya untuk mencari informasi lebih banyak tentang kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan.

Saya berkenalan dengan Mba Pipit (Ratna Fitriani) dari Yayasan Indonesia untuk Kemanusiaan (YSIK), dan beliau lah yang pertama kali memaparkan data dan fakta tentang kekerasan terhadap perempuan ini; termasuk fakta bahwa banyak korban yang tidak sadar bahwa ia sebenarnya telah menjadi korban dari bentuk kekerasan (loh, kok bisa? I'll explain this later), pun korban sadar bahwa ia adalah korban, ia tidak mampu untuk mengadukan ke pihak lain untuk mendapatkan pertolongan; bisa karena malu akan pandangan masyarakat, takut kalau pelaku akan bertindak lebih mengerikan, dan masih banyak alasan lainnya. 

But there's something even worse..

Yang paling membuat saya sedih adalah ketika saya diberi tau bahwa kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan ini justru banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat yang seharusnya menjadi sumber perlindungan bagi korban, it's really disturbing even just to think about it. Tidak sanggup rasanya membayangkan orang yang telah sangat kita percaya, sangat kita hormati dan sangat sayangi, justru menjadi sumber kesedihan kita setiap harinya. Dari situ saya baru paham, kenapa banyak korban kekerasan, khususnya kekerasan di dalam rumah tangga, yang tidak sadar kalau mereka adalah korban. Saya juga akhirnya paham mengapa ketika telah sadar pun, tidak banyak yang mau mengungkapkannya kepada orang lain, because deep inside they still care about (and even love) the person who, in fact, has abused them.

Sampai akhirnya Mba Pipit menyampaikan tentang salah satu program dari YSIK yang bernama Pundi Perempuan, dari situ lah saya berniat agar untuk bisa ikut membantu.

Pundi Perempuan adalah program yang diinisiasi oleh YSIK bersama dengan Komnas Perempuan, dengan tujuan menggalang solidaritas dalam bentuk dana, relawan, dan jaringan untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan di indonesia. Untuk lebih lengkapnya, silakan lihat di tautan ini. 

Singkatnya, Wangsa Jelita berkomitmen untuk membantu Pundi Perempuan untuk menggalang dana melalui paket ambassador (25% dari penjualan akan disalurkan ke program tersebut), dan yang tidak kalah penting, menjadi sarana edukasi bersama untuk kita semua. Berita tentang inisiasi kerja sama Wangsa Jelita dan Pundi Perempuan dapat dibaca di tautan berikut.

Saya, personally, sadar bahwa banyak hal yang belum saya tau (dan perlu tau) terkait kasus kekerasan terhadap perempuan ini. Saya berharap saya bisa mengedukasi diri saya sendiri, juga tim Wangsa Jelita dan membagikannya kepada teman-teman semua, agar kepedulian dan bentuk empati kita bisa bermanfaat bagi mereka yang telah menjadi korban.

So, are you in? :)

Salam,
Nadya Saib
Wangsa Jelita

..

Kamu bisa membantu Program Pundi Perempuan dengan membeli paket ambassador Wangsa Jelita Woman Power yang kini hadir dengan harga yang lebih terjangkau, NEW Woman Power.

[[{"type":"media","view_mode":"media_large","fid":"416","attributes":{"alt":"","class":"media-image","height":"165","style":"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;","width":"480"}}]]

Kalau kamu ingin berhubungan langsung dengan teman-teman di Program Pundi Perempuan, atau membutuhkan konsultasi dan juga pertolongan, jangan ragu untuk menghubungi melalui kontak berikut,

  • (telp) 021 390 3963
  • (email) mail@komnasperempuan.or.id atau info@ysik.org