loader

Why Natural?

[[{"type":"media","view_mode":"media_original","fid":"130","attributes":{"alt":"","class":"media-image","height":"285","style":"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;","width":"585"}}]]

Kamu mungkin sering dengar istilah ‘produk natural’ atau ‘sabun natural’. Sejalan dengan maraknya kampanye Go Green berbagai hal berlabel natural memang semakin banyak di pasaran. Kamu juga mungkin sudah memiliki gambaran tentang apa sih yang disebut natural. Pokoknya natural itu hal-hal yang barasal dari alam dan ramah lingkungan. Raise your hand if you think so! ;)

It’s true, by the way. Charles Spainhour dalam buku Drug Discovery Handbook menyebutkan bahwa kata natural sendiri dapat diartikan sebagai sesuatu yang dihasilkan oleh alam atau nature dan bukan produk artifisial atau buatan manusia. Maka yang disebut dengan produk natural adalah substansi organik yang berasal dari organisme hidup. Nah, makanya produk natural ini biasanya ramah lingkungan, karena komposisinya yang organik.

Anyway, yang terpenting buat kamu bukanlah tentang definisi dari natural tapi mengapa menggunakan produk natural. Why natural?

Padahal kan produk natural biasanya lebih mahal dan kurang awet dibandingkan produk non-natural. Unfortunately, it is often the truth.

Salah satu alasan mengapa produk natural seringkali lebih mahal adalah karena dalam proses pembuatannya, zat-zat organik yang bermanfaat untuk tubuh kamu, misalnya gliserin, dijaga agar tetap berada di dalam produk tersebut, bukan dipisahkan untuk dibuat sebagai bahan produk lain.

Produk natural juga biasanya kurang awet dibandingkan produk non-natural. Tentu saja, karena produk natural umumnya tidak menggunakan zat pengawet.

Lalu apa dong untungnya menggunakan produk natural?

First, it is because we live in a planet with millions other people. So?, you might think. Planet ini tak hanya milik kita saja, tapi juga milik orang lain, termasuk orang-orang yang kamu sayangi. Dengan menggunakan produk natural, kamu telah turut serta menjaga lingkungan. Kok bisa? Karena produk natural mudah terurai dibandingkan produk-produk artifisial yang limbahnya bisa menetap di dalam saluran air hingga bertahun-tahun.

Second, it is because your health is priceless. Kamu tahu kan bahwa kulit yang selalu melindungi kamu itu adalah jaringan hidup. Sebagai jaringan hidup, kulit juga ‘bernapas’, ia juga menyerap segala sesuatu yang bersentuhan dengan permukaan kulit termasuk, as you can guess, sabun, lotion, sampo, dan produk perawatan tubuh lain yang kamu gunakan. Istilah ‘memelihara kulit’ memang tepat sekali digunakan karena kamu sebenarnya bisa mengibaratkan kulit kamu dengan binatang peliharaan kesayangan. Dan apapun yang kamu sentuhkan ke kulit kamu ibarat makanannya.

Nah, ketika kulit kamu ini ‘memakan’ zat-zat yang organik tentu lebih baik buat kesehatannya, seperti kamu memakan sayur dan buah-buahan yang organik tentu saja akan baik untuk kesehatan kamu. Namun bila kulit kamu ‘memakan’ zat-zat kimia yang non-organik, kamu harus sangat berhati-hati karena ada sejumlah resiko yang mungkin terjadi seperti alergi, iritasi, dsb, layaknya kamu berhati-hati ketika memakan makanan yang mengandung bahan kimia atau pengawet tinggi.

The choice is yours, ladies. Menu makan apa yang akan kamu siapkan untuk kulitmu dan untuk dirimu hari ini?